KEHIDUPAN ADALAH PERMAINAN TUHAN



Sahabat Wisnoe . . . .
Sering terlintas dalam pikiran kita bahwa sesungguhnya kita tidak pernah menginginkan kehidupan yang sangat berat ini. Kehidupan yang penuh dengan tipu daya muslihat yang mengantarkan kita kejurang penuh dengan tanggung jawab. Namun, harus kita akui karena hidup akan terus berlanjut dan menghindari kehidupan berarti mati.

Kehidupan memanglah bukan kehendak kita, sebab secara kodrati dan pribadi, kehidupan kita seutuhnya bukanlah kehendak pribadi kita yang menghendaki hidup, baik yang berkenaan dengan jenis kelamin, kelahiran, waktu, tempat dan cara kelahiran kita, semuanya berada diluar kendali kita.

Kehidupan yang kita rasakan sekarang ini hanyalah sebagian dari permainan Tuhan untuk kita. Selayaknya kita selaku robot permainan Tuhan mengikuti apa yang telah disuruh dan dianjurkannya kepada kita supaya kita bisa menyelesaikan permainan ini dengan baik. Bukankah Tuhan telah memberikan kontrol sempurna buat kita, berbagai nabi dan rasul telah ia kirimkan untuk memberi tahu rambu-rambu yang engkau kehendaki supaya kami dapat menyelesaikan permainan ini.

Semoga kita dapat mengikuti rambu-rambu Tuhan yang sedang kita pegang sekarang dan kita termasuk orang-orang yang dapat menyelesaikan permainan Tuhan ini dengan sempurna. Amin.

MENJADI INSAN KAMIL


Sahabat Wisnoe . . . .
Pada kesempatan ini kita akan ngobrol sedikit mengenai insan kamil atau manusia yang sempurna. Memang yang menulis ini belumlah menjadi insan yang kamil, namun kami mnulis disini ingin mengajak para sahabat untuk berusaha menjadi insan kamil. Terus menjadi insan yang kamil dan kamil walau disana sini masih banyak kesalahan, karena hal itu merupakan kewajaran bagi seorang yang sedang berusaha. Selamat mendengar dan menyimak yaa . . .!


Di dalam kehidupan ini ada banyak tive dan bentuk manusia. Namun dari sekian banyak manusia di muka bumi ini kami menggolongkan ada dua bentuk, yaitu baik dan buruk. Dari kedua bentuk tersebut ada bentuk yang paling didamba-dambakan setiap insan yang menginginkan kebaikan, yaitu menjadi insan yang kamil atau manusia yang sempurna. Menjadi manusia yang sempurna bukanlan perkara mudah, namun bukan berarti hal itu tidak bisa, semua pasti bisa asalkan ada upaya dan usaha untuk menjalankannya.

Insan kamil seperti nabi dan rasul pun tidak luput dari kesalahan. Coba kita lihat nabi mana yang tidak mempunyai kesalahan, dari nabi yang paling utama pun memiliki kesalahan, namun ingat apa yang dilakukan oleh para nabi dan rasul ketika mereka salah, mereka selalu bertaubat dan meminta ampun kepada sang khalik seraya berjanji kepada Tuhan akan berusaha tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Tentu para nabi dan rasul merupakan pijakan utama bagi kita untuk menjadi insan yang kamil. Karena para nabi dan rasul memberikan contoh hidup yang baik bagi umatnya. Kita sebagai manusia yang berusaha menjadi manusia yang kamil, maka seyogyanya kita mengikuti perilaku dan tradisi yang dilakukan oleh nabi dan rasul. Selain kedudukan para nabi dan rasul di samping sang pencipta, nabi dan rasullah alasan kita menjadi manusia yang mengenal Tuhan sekarang. Oleh karenanya jadilah manusia yang bersaha slalu menjadi manusia yang sempurna di mata sang pencipta dengan mengikuti apa yang telah diajarkan nabi dan rasul.

Mungkin demikian dulu sobat, mungkin kita dapat sambung lain kesempatan. 

CENDEKIAWAN MUSLIM INDONESIA

Sahabat Wisnoe . . . .
Berikut ini kami akan memberikan sedikit fhoto dan nama singkat dari para cendekiawan Muslim Indonesia Kontemporer. Kami yakin tokoh yang kami paparkan nanti akan menimbulkan pro-krontra bagi pembaca, karena tokoh yang kami paparkan nanti ialah tokoh yang selama ini menjadi bahan pembicaraan, baik di ruang publik atau pun di tempak mereka bekerja. Seperti contoh yang hangat diperbicarakan tentang mereka adalah bahwa tokoh Islam kontemporer yang akan kami paparkan ini sudah terkontaminasi dengan pemikiran barat. Menurut hemat kami, sebenarnya biarkanlah pemikiran mereka meniru barat, dengan mengharap semoga pemikiran mereka itu membawa dampak yang positif bagi perubahan umat Islam dan yang penting hati mereka tetap kiblatnya ke Mekkah. Dari pada kita sok tahu ngomongin tenang yang gak jelas, lebih baik kita langsung saja berkenalan dengan para tokoh-tokoh tersebut.



Nazarudin Umar, beliau merupakan Wakil Menteri Agama RI sekarang. Beliau lahir di Ujung-Bone, 23 Juni 1959. Alamat beliau sekarang di  Jl. Ampera 1 No. 10 Ragunan, Pasarminggu.

Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan Gus dur, beliau merupakan mantan Presiden RI ke-4 setelah BJ. Habibi. Beliau lahir di Jombang, Jwa Timur, 7 September 1940 dan beliau telah berpulang ke Rahmatullah pada usia 69 tahun, tepatnya di Jakarta, 30 Desember 2009.


Azyumardi Azra lahir di Lubuk alung, Padang Pariamans Sumatera Barat pada 4 maret 1955. Beliau merupakan mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada periode 1998 sampai 2006.



Amin Abdullah, beliau lahir di Margomulyo, Tayu, Pati, Jawa Tengah, 28 Juli 1953. Beliau merupakan mantan rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, beliau merupakan pencetus teori Integrasi-Interkoneksi dalam Islam. 




Komaruddin Hidayat merupakan rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekarang, beliau lahir di Magelang, Jawa Tengah pada 18 Oktober 1953.


Ulil Abshar Abdalla lahir di Pati, Jawa Tengah pada 11 Januari 1967. Beliau merupakan gentolnya tokoh Jaringan Islam Liberal atau lebih dikenal dengan JIL. Beliau merupan menantunya dari pengurus Besar Nahdhotul Ulama, KH. Musthafa Bisri.

Mungkin cukup sekian dulu sahabat Wisnoe, kita akan sambung lain kali nanti yaa !!


MEMAKNAI PERUBAHAN ITU SENDIRI


Sahabat Wisnoe . . . .
Setiap manusia menghendaki adanya perubahan dalam hidupnya, namun terkadang perubahan yang di-iming-imingkan tak kunjung menghampiri. Cobalah kita intropeksi diri sejenak, apakah perubahan itu telah ada dan sudah datang kepada kita atau kita saja yang tak menyadari bahwa perubahan itu telah silih berganti dengan kehidupan itu sendiri hadir dalam ruang dan waktu yang kita lalui. Mungkin artikel ini dapat memberikan seceruhan hikmah tentang perubahan dalam hidup kita. Ingat! perubahan itu pasti, orang yang menolak adanya perubahan maka hal itu mustahil, karena perubahan itu akan ada dan terus ada selagi kehidupan ini berputar sebagai mana kehendaknya.

Perubahan pada hakikatnya akan selalu terjadi dan tidak akan pernah berhenti selama kehidupan ini akan berlanjut. Manusia manapun tidak akan dapat menolaknya, apalagi menghindari perubahan. Karena menghindari perubahan berarti mati.

Perubahan juga terjagi dengan kita sendiri, sejak lahir, kecil, dewasa dan memasuki masa tua, setelah itu meninggal. Bahwa banyak juga yang meninggal karena belum merasakan perekembangan, seperti apa yang telah tejadi pada janin, bayi.

Oleh karena itu, sebagai seorang manusia kita tidak dapat menolak memutihnya rambut dikepada, keriputnya kulit di sekujur tubuh, rapuhnya tulang dan melemahnya daya tahan tubuh dan ingatan, serta mati meninggal dunia ini, karena hal yang demikian adalah termasuk dari pada agenda perubahan. Kita pun tidak tahu secara pasti kapan hal itu akan terjadi kepada kita, intinya hal itu akan terjadi. Walau diantara hal itu ada yang tidak kita rasakan.

Memang perubahan yang di-idam-idam-kan semua orang adalah perubahan yang membawa ia kepada kebaikan. Tidak ada satu makhluk pun dimuka bumi ini yang menginginkan perubahan kearah negative. Apalagi hal itu perubahan yang menjatuhkan harga diri, wibawa serta kedudukan yang selama ini memberika kehidupan yang menyenangkan. Bagi orang yang tidak menerima akan perubahan tersebut, maka dengan berbagai macam bentuk cara akan ia lakukan demi mengembalikan kejayaan yang selama ini meninggalkannya.

Perubahan pada hakikatnya merupakan esensi dari kehidupan itu sendiri, karena tidak ada satu pun elemen dari kehidupan ini yang tidak akan berubah, semua pasti akan berubah. Karena perubahan adalah hidup itu sendiri, tidak berubah berarti mati.

Intinya, perubahan silakan terus berjalan sebagai mana adanya, perubahan akan memiliki makna bagi orang yang mempunyai komitmen yang tinggi pada iman, amal shaleh dan konsisten dengan kebenaran dan kesadaran. Tanpa hal itu, seorang akan sulit untuk menyelamatkan diri dari perubahan itu. Semoga kita termasuk orang-orang yang berubah dari arah yang lebih layak dan pantas dari sebelumnya.

Tulisan ini terinpirasi dari sebuah buku “Islam, Keseimbangan, Rasionalitas,Moralitas dan Spiritiualitas” karya Prof. Dr. Musa Asy’arie.

BERFIKIR CERDAS ALA NABI



Sahabat Wisnoe . . .Setiap manusia dikaruniai oleh Tuhan suatu kecerdasan, namun kecerdasan yang Tuhan kirimkan kepada kita berbeda dengan yang lain, tentu Tuhan akan memberikan kecerdasan kepada hambanya yang benar-benar ingin memilikinya. Berikut artikelnya, selamat membaca . . .! 

Seorang nabi dalam sejarah kehidupan umat manusia dikenal dengan seorang yang memiliki kecerdasan yang sangat luar biasa. Kecerdasan yang dimilikinya dapat memungkinkan ia merasakan kebenaran dari segala arah dan sampai hal yang tak mungkin orang lain ketahui tentang kebenaran itu, sehingga hal itu membawa kepada kesadaran tentang kebenaran yang amat tinggi, untuk berkomunikasi langsung kepada Dzat yang memiliki kebenaran, yaitu Tuhan semesta alam.
Dengan demikian, seorang nabi berani melakukan perubahan dengan berbagai resiko, karena demi kebenaran yang telah ia dapat dari sang pencipta. Sehingga seorang nabi dengan kecerdasannya itu tidak segan-segan merevolusi umatnya demi kebenaran yang hakiki, walau terkadang ditengah perjalanan tantangan serta rintangan dari para pemberontak terus menggebuh-gebuh, namun hal itu bukanlah halangan bagi seorang nabi. Contoh demikian dilakukan oleh seorang nabi Muhammad SAW terhadap umatnya, Arab Jahiliyyah. Muhammad secara mati-matian merubah umat manusia dari sebelumnnya mensakralkan apa yang ia ciptakan, sampai menjadikan sang pencipta diri sebagai tuhan yang wajib di sakralkan.

Mengubah suatu teologi yang menuhankan ideologi, kekayaan dan kekuasaan, kepada teologi yang menuhankan pencipta alam semesta. Suatu proses desakralisasi total terhadap setiap bentuk kekuasaan, kekayaan dan ideologi.

Dalam sejarah kehidupannya, Nabi Muhammad SAW dikenal memiliki empat sifat yang utama, yaitu shidik, amanah, tabligh dan fathonah (jujur, dapat dipercaya, reporter ulung dan cerdas). Dalam konteks ini, bahwa kecerdasan seorang nabi ialah jujur dalam melihat kebenaran, disertai dengan kepedulian yang tinggi dalam menjaga kepercayaan, serta seorang penyampai yang ulung dalam menyampaikan kebenaran kepada umatnya.

Kecerdasan yang jujur, peduli dan informatif menjadi lentera dari kegelapan yang sedang dirasakan oleh umat manusia. Kecerdasan yang mampu mengubah umat manusia dengan segala praktik suci nabi yang tergambar dari kehidupan sehari-harinya, yang pada masa-masa mendatang menjadi sumber serta pegangan hidup bagi kelompok yang menganggap hal itu merupakan sumber pokok ketengan serta perdamaian hidup.

Sebagai seorang insan sejati, tentu kita memerlukan kecerdasan seorang nabi atau akal suci seorang nabi agar kita dapat menghadapi pelbagai persoalan umat dengan menawarkan solusi jernih dan murni sebagaimana yang telah dilakukan oleh nabi kepada umatnya. Dan supaya kita dapat menyusun dengan baik kehidupan yang kita hadapi ini, sehingga setiap kali ada kekrisisisan dalam hidup kita telah mempunyai penawar yang tepat untuk mengatasinya. 

Artikel ini dibuat pada pukul 00:42 tanggal 08/05/2013 dengan penuh gelisah dan rasa penasaran menikirkan umat yang tak kunjung berangkat dari keterpurukan.

TOLONG MENOLONG ANTAR SESAMA


Sahabat Wisnoe . . . .
Pada malam ini kita akan sedikit membicarakan mengenai tolong menolong sesama makhluk. Selamat menyimak yaa . . .

Manusia diciptakan oleh Allah SWT agar diantara mereka saling mengenal. Perkenalan diatara mereka tentunya akan membawa dampak positif bagi keberlanjutan dunia ini, karena dengan perkenalan itulah nantinya diharapkan adanya saling menjaga, tolong menolong dan selamat menyelamatkan antara sesama manusia itu.

Dunia yang diciptakan oleh Allah SWT ini akan hancur dan punah, apabila makhluk yang bernama manusia ini tidak dapat berkolaborasi menjaga dunia yang disediakan untuk ia ini. Tentu hal itu sudah dimengerti oleh setiap manusia, karena hampir setiap agama menyarankan agar manusia menjaga dan melestariakan pemberian Tuhan yang tiada taranya ini. Semua itu akan terwujud apabila sesama umat manusia bergotong royong menjaga dunia ini tanpa menggolong-golongkan ia ras kulit putih atau hitam, agama ini dan itu, serta bangsa ini dan itu.

Tolong menolong antar sesama! mungkin itulah kata yang tepat untuk menanggapai permasalan di atas jika memang benar bahwa keberadaan dunia ini akan segera punah dan hancur. Tentunya semua umat manusia harus beramai-ramai memikirkan ini supaya untuk generasi berikutnya dapat merasakan dunia yang kita rasakan saat ini. 

Tolong menolong yang disarankan disini ialah tolong menolong yang beralokasikan kepada hal yang positif dan membawa dampak perubahan, dan tidak tolong menolong yang berasaskan kepada hawa nafsu dankehendak pribadi untuk merugikan orang lain, maka tolong menolong seperti itu sangat dilarang keras. Contoh dari pada perbuatan seperti itu ialah, membantu teman yang sedang mencuri.

Sebenarnya tolong menolong boleh saja dilakukan dalam hal negative, asalkan ada alasan yang tepat, seperti seorang anak yang menolong ayahnya yang sedang dikejar warga karena si ayah menjadi korban fitnah pencurian, padahal si ayah belum tentu melakukannya. Maka wajib bagi siapa pun menolong si ayah tersebut, tidak hanya anaknya, melainkan juga orang yang melihat dan bertemu dengannya, dan alangkah baiknya setiap sesuatu itu berdasrkan landasan hukum serta aturan yang telah berlaku.

Sahabat Wisnoe . . . .
mungkin inilah kulasan singkat mengenai tolong menolong antar sesama, semoga kita menjadi manusia yang giat membantu dan menolong antar sesama. amien . . .

TEXTUAL CRITICISM OF THE QUR'AN



Sahabat Wisnoe . . .
Pada kesempatan ini kita akan belajar tentang kritik teks terhadap al-Qur'an. Bagaimana cara kritik teks dalam al-Qur'an? berikut akan kami paparkan buat anda yang menyenangi kajian seperti ini. . .


Textual criticism hanya berkaitan dengan teks, jadi tidak bisa dikaitkan dengan musik, atau kesenian. Pada dasarnya, tekstual criticism biasa didefinisikan sebagai sautu ilmu untuk menemukan kekeliruan di dalam teks untuk kemudian diperbaiki. Akan tetapi, diskursus ini bukanlah termasuk ke dalam ilmu pasti, sehingga menurut A. E. Housman lebih tepat didefinisikan sebagai seni untuk menemukan kekeliruan di dalam tekr dan seni untuk memperbaikinya. Dalam kaitannya dengan al-Qur'an. kajian ini tidak banyak mendapatkan perhatian para sarjana, baik muslim ataupun non-muslim, tanpa mengabaikan pengecualian tentu saja.
 
Pada dasarnya, sarjana klasik membagi proses tekstual criticism kepada tiga proses: recension (resensi), examination (pengujian), dan emendation (pengoreksian). Pada fase pertama, seorang analist harus meneliti teks dasar terlebih dahulu. Selanjutnya, pada fase kedua dia harus meneliti apakah teks-teks tersebut mengandung beberapa kekeliruan dan kemudian  diperbaiki pada fase ketiga. Ketika ketiga fase ini telah dijalani, maka hasilnya haruslah edisi revisi dari teks terkait, dan layak untuk diklaim lebih mendekati kebenaran, sesuai dengan versi asli si penulis.

Fase pertama tidak memberikan kontribusi yang cukup banyak dalam konteks Alquran, karena edisi standard Alquran, cetakan resmi Mesir, cukup baik. Hanya saja, dalam hal ini, kajian banyak diarahkan oleh para sarjana kepada manuskrip Alquran. Landasan berpikirnya adalah bahwa Alquran memiliki beberapa variasi qira’ah. Beberapa ahli qira’ah memiliki manuskrip versi mereka masing-masing. Pada sisi lain, Alquran telah menjalani masa yang panjang dalam sejarahnya, dimana pembukuannya baru dimulai pada masa Abu Bakar dan baru disatukan pada masa Utsman ibn Affan.

Kekeliruan yang akan ditengarai pada fase kedua, examination phase, dapat diidentifikasi pada beberapa kondisi: (1) adanya kesan tidak masuk akal dalam teks atau adanya banyak pandangan sarjana mengenai teks terkait, (2) teks terkait ditransmisikan dalam beragam bentuk, dan (3) salah satu kata dalam teks dianggap aneh/asing.

Hasil dari emendation baru bisa diterima apabila memenuhi empat persyaratan: (1) lebih memberikan kesan masuk akal daripada teks yang awal, (2) harus sesuai dengan style dan karakter teks Alquran, (3) harus bisa diterima secara paleografis, dan (4) harus memperlihatkan dari sisi mana kekeliruannya dan bagaimana pengoreksiannya. Akan tetapi, di atas semua itu, yang terpenting adalah kriteria dan kesesuaian semantis dalam hasil ketiga proses tersebut.

Menurut Arthur Bellamy, sebenarnya ulama klasik Islam telah pernah melakukan fase-fase textual criticism pada masanya. Hal ini terlihat dari kesadaran sebagian mereka, bahwa ada beberapa titik dalam mushaf Utsmani yang mengalami kekeliruan. Menghadapi permasalahan ini, resepsi sarjana Muslim dapat dibagi tiga: (1) beberapa secara langsung mengoreksinya, (2) sebagian lainnya membiarkan teks apa adanya, namun membacanya sesuai dengan bacaan yang benar, dan (3) membiarkan teks apa adanya dan membacanya apa adanya. Sebagai contoh, ada sebuah ungkapan dalam Alquran yang berbunyi “Inna Hazaini Lasahiran”. Tentu saja ada beberapa contoh lainnya.

Berikut ini akan ditampilkan beberapa contoh textual criticism yang pernah dilakukan oleh para orientalis. J. Barth  berusaha untuk mengoreksi hubungan langsung antar ayat/surat dengan kemungkinan ada kekeliruannya. Ia mendasari karya dengan alasan bahwasanya teks Alquran telah mengalami kesalahan dalam penyusunan, sehingga banyak kata, ayat, maupun surat yang menempati posisi yang tidak semestinya. Sebagai contoh hasil koreksi dia adalah susunan baru terhadap QS. 97: 4-5 menjadi biizni rabbihim hatta mathla’i al-fajr; salamun hiya min kulli amr. Akan tetapi, kajian semacam ini, yang memindahkan satu bagian dari teks dari satu tempat ke tempat yang lainnya yang juga dilakukan oleh Blachere tidak dapat memenuhi syarat keempat dari textual criticism yang dapat diterima. Sarjana lainnya adalah Christoph Luxemburg yang dengan rinci mengkaji setiap satu kata dan menyimpulkan bahwa pada dasarnya Alquran lebih dekat kepada bahasa Syria, bukan Arab.

Contoh sederhana lainnya adalah pada phrase sab’ min al-masani. Terdapat beberapa keanehan dalam phrase ini. Kemudian al-masani diubah menjadi matali (sesuatu yang bisa dibaca). Menurut si pengkaji, ada kesalahan pada huruf lam dan ternyata ia seharusnya adalah nun, karena perbedaan keduanya sangat kecil. Untuk sab’u ditengarai bahwa aslinya adalah syai’. Jadi, hasil akhirnya adalah walaqad ataynaka syai’a min al-matali wa al-Qur’an al-‘azim.

Contoh lainnya yang cukup menarik adalah penggunakan kata ‘Isa dalam Alquran, dimana umat Kristen menyebutnya Yesus. Pertanyaannya adalah, mengapa Alquran menggunakan redaksi Isa, padahal umat Kristiani menyebutnya Yasu’ atau Iso. Dan kata Isa itu sendiri tidak pernah muncul sebelumnya di kitab manapun, dan tidak ada penjelasan detivatif yang memuaskan untuknnya. Hasilnya, para analyst menganggap kata ini sebagai sebuah kesalahan. Untuk menyelesaikan permasalahannya, Bellamy membandingkan kata ini dengan Masiyya (kata messias namun tanpa tanda singular s) dan Masih (tanpa alif lam). Mim diganti dengan ‘ain, ya menjadi ha, dan empat lekukan kecil adalah huruf ya dan sin, jadinya ‘Isa.

Permasalahan yang digarisbawahi oleh mereka adalah mengapa Muhammad menolak penggunaan Yasu’ sebagai salah satu pilihan. Bellamy menyatakan bahwa kata aswa’a, sa’a dan yasu’a berasosiasi kepada dua lendir yang menyemburkan cairan ketika distimulasi secara seksual, jadi Muhammad merasa jengkel jika kata tersebut disematkan sebagai nama seorang rasul.

Abban: makanan hewan/ ternak, rumput-rumputan, Q 80:31 (‘Abasa: 31) dibaca lubban: “biji-bijian”. Abb di sini tidak bermakna tetapi lubb lebih cocok yakni yang bermakna berkah-berkah. Kesalahannya berasal dari terputusnya aliran tinta ketika seorang pencatat menuliskan hubungan antara huruf lam dan ba, sehingga seolah terlihat alif dan ba.

Illā amāniyya: kecuali keinginan. Dibaca amāliyya “perintah”. Q 2:78. wa-minhum ummiyyūna (ketidaktahuan orang-orang yang tidak tahu kitab Injil, melihat ketidaktahuan, ummi, kitab Injil dan al-Qur’an) lā ya’lamūnal-kitāba illā amāniyya wa-in hum illā yadzunnūna, “Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui al-Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga”. Penafsiran tidak puas mengenai amāniyya, dan mencoba untuk mendefinisikan lagi. Tabarī (Tafsīr, i, 297f.) lebih suka mengartikan “bohong, kebohongan” tapi usulan terbaik datang dari al-Zajjājī (d. 311⁄923) yang mengatakan dengan terus terang “Mereka tidak tahu bukunya kecuali dengan hafalan”.

Dari contoh-contoh di atas, terlihat bahwasanya kajian-kajian orientalis di atas menggunakan fakta sejarah bahwasanya pada awalnya huruf hija’iyyah dalam Alquran tidak memiliki titik dan tanda harakat sehingga mungkin dibaca banyak variasi. Lebih lanjut mereka mereka-reka apa yang menurut mereka salah dengan landasan ini. Selain itu, mereka juga memiliki suatu pemikiran bahwa Alquran adalah jiplakan dari kitab sebelumnya, sehingga apa yang tertulis di dalam Alquran pada dasarnya harus dirujuk kepada Injil atau Taurat, terlihat dari contoh Isa.


Bahan bacaan ini kebanyakan diambil di artikelnya A. Bellamy yang berjudul “TextualCriticism in the Qur’an” yang diterjemahkan secara bebas oleh Fadli Lukman, PBSB angkatan 2007.

PENGANTAR LAGU-LAGU DALAM AL-QUR'AN

         
Sahabat Wisnoe . . .
Pada kesempatan yang indah dan mempesona ini kita akan membicarakan tentang lagu-lagu dalam membaca al-Qur'an. selamat menikmati, srius ya . . .

        
Al-Qur’an merupakan kitab yang multitalent, dari berbagai sudut pun dapat kita menjadikan ia sebagai bahan kajian yang unik dan menarik, salah satu artikel menarik dan  yang menjelaskan tentang al-Qur’an ialah “The Qur’an in Indonesian Daily Life: The Public Project of Musical Oratory” oleh Anne K. Rasmussen. Didalam kajiannya ini ia memaparkan bahwa lagu-lagu al-Qur’an yang terdiri dari Bayati, Shaba dan sebagainya itu yang berjumlah tujuh ialah berasal dari Mesir. Anne memaparkan bahwa lagu-lagu yang dibacakan (recitating) di dalam al-Qur’an di Indonesia berasal dari lagu-lagu Arab Mesir, di Indonesia sendiri lagu-lagu tersebut di bawakan oleh Abdul Basith Abdu ash-Shomad yang merupakan founding Father in recitation in Qur’an.  

Menurut Ahamd Rofiq, merupakan Kandidat Dokter di Amerika mengatakan bahwa al-Qur’an dengan lagu-lagu bermacam-macam dengan berbagai motif, diantaranya motif yang paling gentor ialah persaingan antara kedua negera yang merupakan dua rujukan Islam, yaitu Mesir dan Arab Saud. Merut Rafiq, bahwa lagu-lagu yang dilantunkan oleh Abdur ar-Rahman al-Sudais (menggunakan lagu tartil) belakangan ini merupakan reaksi untuk menyaingi dari lagu-lagu al-Qur’an yang dikumandangkan oleh Mesir pertama kali.

Lagu-lagu al-Qur’an di Indonesia sudah berkembang sejak lama, sebelum Muammar ZA, Hj. Mariah Ulfa dan Humaidi banyak sekali para qori’ yang lebih dahulu mengaji atau melagukan al-Qur’an dengan lagu-lagu Arab yang telah dihak patenkan tadi. Lagu-lagu tersebut digunakan oleh para qori Indonesia untuk membaca al-Qur’an dan sekarang pun telah menjadi tradisi dengan di adakannya MTQ atau Musabaqhoh Tilawatil Qur’an di seluruh provinsi Indonesia.

Di Indonesia kajian yang menggentor-gentorkan pembacaan seperti ini ialah di PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu Qur’an) dan IIQ (Institute Ilmu Qur’an). Di sinilah kajian lagu-lagu al-Qur’an sudah berkembang dengan mesrahnya. Berbagai macam bentuk bacaan al-Qur’an yang dipelajari disini, sampai-sampai bacaan Qur’an dengan lagu di dua perguruan tinggi ini menjadi salah satu pelajaran penting yang wajib di pelajari setiap mahasiswanya.

Mungkin dapat kita lanjutkan lain kali ya . . .

AROMA PEMANDANGAN INDAH PANTAI GLAGAH


Pantai Glagah terletak di sebelah selatan Daerah Istimewah Yogyakarta, tepatnya terletak di Kab. Kulon Progo atau 40 Km dari kota Yogyakarta. Pantai Glagah terkenal dengan ombaknya yang bersar serta bebatuan yang bersegi tiga.

Untuk ke pantai Glagah kita bisa menempuhnya lebih kurang 1 setengah jam dari kota Yogyakarta. Kita dapat melaluki jalan ring roud selatan ataupun utara. Kalau dari utara kita akan langsung menuju kota Wates, setelah itu belok kiri. Sedangkan kalau dari selatan kita akan tembus ke kota Bantul, setelah itu belok kanan dan lurus saja, maka akan sampai. (karena di setiap pertigaan jalan ada flat-flat yang menuju pantai hehehe).


Ini salah satu pemandangan indah yang tampak dari pantai Glagah. heheh . . .
Ombak sepertinya hendak menerkamku di belakang sana .


Berdua menikmati suasana pantai Glagah, terasa dunia milik berdua saja, Surga dunia bagi yang memandangnya.

Pantai Glagah berada di daerah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).dan berjarak sekitar 40 km dari kota Yogyakarta. Pantai ini terkenal dengan ombaknya yang besar.
Sepanjang lokasi Pantai Glagah hingga beberapa Ratus meter ke arah barat, anda bisa menjumpai sebuah laguna dengan aliran air yang menuju ke arah muara sungai. Laguna ini membagi kawasan pantai menjadi dua, lokasi yang masih ditumbuhi oleh beberapa tumbuhan pantai dan rerumputan dan lokasi gundukan pasir yang langsung berbatasan dengan lautan. Anda bisa menyeberang ke lokasi gundukan pasir melewati jalan penghubung yang terletak tak jauh dari muara sungai. - See more at: http://erawisata.com/pantai-glagah-kulonprogo/#sthash.QU1UmWkV.dpuf
Pantai Glagah berada di daerah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).dan berjarak sekitar 40 km dari kota Yogyakarta. Pantai ini terkenal dengan ombaknya yang besar.
Sepanjang lokasi Pantai Glagah hingga beberapa Ratus meter ke arah barat, anda bisa menjumpai sebuah laguna dengan aliran air yang menuju ke arah muara sungai. Laguna ini membagi kawasan pantai menjadi dua, lokasi yang masih ditumbuhi oleh beberapa tumbuhan pantai dan rerumputan dan lokasi gundukan pasir yang langsung berbatasan dengan lautan. Anda bisa menyeberang ke lokasi gundukan pasir melewati jalan penghubung yang terletak tak jauh dari muara sungai. - See more at: http://erawisata.com/pantai-glagah-kulonprogo/#sthash.QU1UmWkV.dpuf

BUNGA TULIP KESAYANGANNYA


Sahabat Wisnoe . . .
Padang tulip terbentang luas di gambar di atas, memberikan aroma ketenangan serta kedamaian bagi yang memandangnya, sebenarnya siapa sih bunga tulip ini? berikut penjelasan dari kami  . . . .

Tulip (Tulipa) merupakan nama genus untuk 100 spesies tumbuhan berbungan yang termasuk ke dalam keluarga liliaceae. Tulip berasal dari Asia Tengah, tunbuh liar di Kawasan Pengunungan Pamir dan Penggunungan Hindu Kush dan Stepa di Kazakhstan. Negeri Belanda terkenal sebagai bungan tulip. Tulip juga merupakan bunga Nasional Iran dan Turki.

Tulip merupakan tumbuhan tahunan berumbi yang tingginya antara 10-70 cm, daunnya berlilin, berbentuk sempit memanjang berwarna hijau nuansa kebiru-biruan, dan bunganya berukuran besar terdiri 6 helai daun mahkota. Tulip hasil persilangan menghasilkan bunga berwarna tunggal, merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, atau berbagai macam kombinasi dan gradasi warna. Tulip menghasilkan biji-biji berbentuk bundar pipih yang dibungkus kapsul kering.

Ada banyak jenis tulip, di wikipedia kami temukan artikelnya, didalam artikel itu dijelaskan bahwa Ada sekitar seratus jenis tulip yang sering ditanam di kebun. Jika dilihat dari daun mahkota, bunga tulip ada yang memiliki daun mahkota yang tidak terbuka sewaktu mekar (masih seperti menguncup), daun mahkota yang terbuka lebar sewaktu mekar, pinggiran daun mahkota yang melengkung, dan pinggiran daun mahkota yang runcing. Jika dilihat dari waktu berbunga, tulip digolongkan menjadi:
  • Tulip yang berbunga lebih awal, yaitu: Single Early (daun mahkota selapis, berbunga lebih awal)Bunga hanya mempunyai 6 daun mahkota. Berbunga di awal April. Jenis ini merupakan keturunan dari jenis 'Duke Van Thol'. Tanaman cenderung pendek, tinggi tanaman sekitar 20-30 cm. Contoh: 'Apricot Beauty' dan 'Christmas Dream.'
  • Double Early (daun mahkota berlapis, berbunga lebih awal)Bunga mempunyai lebih dari 6 daun mahkota tapi jumlahnya lebih sedikit dibandingkan jenis Double Late. Tinggi tanaman sekitar 20-30 cm. Bunga tahan lama dan batangnya kuat. Berbunga di awal April. Jenis ini merupakan keturunan dari tulip 'Murillo' dengan bunga berwarna putih, terdiri dari 120 kultivar. Contoh: 'Peach Blossom' dan 'Monte Carlo.'
  • KaufmanianaJenis yang dikembangkan dari spesies Tulipa kaufmanniana asal Turkestan. Tulip jenis ini berbunga sangat awal, di Washington, D.C. kadang-kadang sudah berbunga pada awal Maret. Batangnya pendek, bunganya terbuka lebar di bawah sinar matahari sehingga terlihat seperti bintang bersegi enam. Berbunga di awal April. Tinggi tanaman sekitar 10-20 cm.

  • FosterianaJenis yang mudah berkembang biak, merupakan hibrida berbagai tulip yang berasal dari Asia Tengah. Berbunga sekitar awal April. Tinggi tanaman sekitar 25-51 cm. Contoh: 'Purissima' (putih) dan 'Sweetheart' (kuning dengan warna putih pada tepi daun mahkota).





Perpaduan antara warna kuning dan oranje membuat pemandangan bunga tulip sangat indah di pandang.

To: My Live


Total Tayangan Halaman

Entri yang Diunggulkan

SIDANG EMAS, DESA YANG PUNYA SEGALANYA

Sahabat Wisnoe ...... Pada kesempatan ini, Sabtu 21 Oktober 2017 pukul 10:42 kita akan membicarakan sedikit tentang desa kelahiran...

Diberdayakan oleh Blogger.